Novel ini aku temukan di perpustakaan sekolah ketika aku kelas 2 SMA
novel pertama yang pernah kubaca dengan serius (biasanya hanya sekilas :D ) karena aku sangat menyukai puisi dan di dalam novel ini aku lihat ada puisi-puisi yang membuat ku ingin membacanya berulang-ulang,.okay... kok jadi ngelantur
jadi ini puisi-puisi di novel Beraja :)
cekiDOT ;-)
- Apakah esok ditingkahi bahagia
atau regukkan kecewa?
serentak ragu akan ada sekarang
serentak takut menyertai tiba-tiba
tapi, diatas semua
harapan pada kehendak
ditangan Kuasa lebih besar
bersama satu kepercayaan nyata - Biar sulit kutertatih
nyatanya aku bisa merangkak
biar payah kumerangkak
nyatanya aku berangkang
aku lelah
aku frustasi
aku sia-sia
aku linglung
aku bingung
aku jatuh
aku terjeramba
walaupun ada setitik api harapan
yang bila tak dijaga
terhanyut angin, hujan, air lalu mati - Tawaku masih renyah
senyumku selalu cerah
sapaku tetap ramah
tapi, hatiku mulai payah
jiwaku kian gelisah
asaku tambah lelah
aku kembali harus mengalah
biar bukan kalah
adakah yang dapat kulakukan
selain pasrah? - Ketika Sang Waktu menderai sesalku
meluruhkan buta mataku
membangkitkan lama tidurku
mengatupkan senyumku
kusungguh tak sanggup menguraikannya dengan segenap kata
lalu Sang Waktupun mengajakku
"Hei, masih ada pintu yang harus kau coba buka"
dan Sang Waktu itu tetap memberiku waktu
selalu..... - Satu senja terbawa angin
pelan namun menjadikan debu
satu senja merelakan aspal
sesiang meluruh bersama debu mobil menjauh
satu senja ratakan ilalang
ketika kaki-kaki terburu pulang
dan satu senja memanggilmalam
untuk menemani tidurku hingga pagi menjelang - Berangkatlah dengan hati
saat gundahmu memenuhi
turutkan dengan ceria
saat lara mengepung dada
dan kau akan sadari
duniamu akan selalu cantik senantiasa - Matahari terik memancar
bukan berarti hanguskan
hujan deras mengguyur
bukan berarti bekukan
lalu...
mengapa kau simpulkan
sesuatu yang masih dalam proses
perjalanan? - Ingin kuempas
segala bentuk gelisah yang sudah dikatakan
ingin kulepas
apapun yang sempat terasa yang telah kujujurkan
tapi, tak mudah
tapi,teramat susah
sebab dia menancap kuat
tak gampang diangkat - Jika pernah kau bertanya pada Sang Waktu
tanyalah, mengapa pernah ada tatap mata?
jika ingin kau bertanya pada sang Waktu
tanyalah, bolehkah terulang segempok kenangan
tanpa kalimat
dan jika kau bisa memohon pada Sang waktu
serukan, disini aku tak punya sesal
meski karena Sang Waktu juga
semua berlalu tak tersisa - Sepiku menjelang
membuatku terdiam
berharap ,
sepi ini lekas pulang - Bangku sahabat setiaku
menelusuri segala cerita
adalah kegirangan
mengenang tatap mata pertama
adalah luar biasa
membiarkan hati dengan hujan cinta
adalah indah
lalu.....
membiarkan rindu
hanyut dalam khayal pelukan
adalah kedamaian
membalut duka dalam doa dan semangat
adalah ketenangan
dan... jika boleh kembali bersama
dengan laki-laki gagah itu disini - Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
lewat kata yang tak sempat disampaikan
awan kepada air yang menjadikannya tiada
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapakan
kayu kepada api yang menjadikannya abu - Berajaku, penghias mimpi
..... aku ingin mencintaimu .....
melewati batas lautan kehidupan
melengkahi jeruji ungkapan manusia
menantang keganasan
suara-suara tak bertuan
..... Aku ingin mencintaimu .....
dengan bibir tanpa puisi
dengan lagak tiada arti
dengan kekonyolan sehari-hari
dan aku ingin mencintaimu
..... Cuma Ingin .....
MENCINTAIMU